KASUS PULUHAN OPSETAN SATWA DILINDUNGI DI PADANG PANJANG, GAKKUM KLHK SERET SATU TERSANGKA
Jambi, 11 Oktober 2022. Balai Gakkum KLHK Sumatera akan melimpahkan perkara W (74), tersangka kepemilikan bagian-bagian satwa dilindungi di Padang Panjang, Sumatera Barat kepada Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat. Sebelumnya, berkas perkara kasus yang menyeret W telah dinyatakan lengkap pada 6 Oktober 2022.
Kasus ini terkuak ketika tim Balai Gakkum KLHK Wilayah Sumatera dan Balai KSDA Sumatera Barat melaksanakan operasi penertiban peredaran dan perniagaan tumbuhan dan satwa liar. Tim melakukan pemeriksaan terhadap tempat kerja untuk pengawetan (opsetan) satwa milik W di kelurahan Balai-Balai, Kecamatan Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang, Sumatera Barat. Merasa curiga atas tempat tersebut, tim melakukan penggeledahan. Berdasarkan hasil penggeledahan, ditemukan puluhan satwa dilindungi dalam keadaan mati berupa opsetan berbentuk kulit dan bagian-bagiannya. Saat ini barang bukti diamankan di Balai KSDA Sumatera Barat.
Atas perbuatan tersebut, tersangka akan dijerat dengan Pasal 21 ayat (2) huruf b dan d jo. Pasal 40 ayat (2) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan ancaman pidana penjara maksimal 5 tahun dam denda maksimal 100 juta rupiah.
Kepala Balai Gakkum KLHK Wilayah Sumatera, Subhan mengatakan, “Sebagai upaya konservasi satwa, Balai Gakkum KLHK Sumatera telah menangani beberapa kasus kepemilikan dan perniagaan satwa dilindungi, seperti penjualan kulit harimau di Bener Meriah, dan penjualan sisik dan lidah tenggiling di Medan”.
###